السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله. لا نبي بعدي
اللهم صل وسلم عليه وعلى آله وأصحابه أجمعين أما بعد
فيا معشر المسلمين
أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون
وقال الله تعالى في القرآن الكريم أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون
فإن أصدق الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار أما بعد
Jamaah Jumat yang semoga dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, Alhamdulillah.
Jamaah Jumat yang semoga dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala
Sebagian dari kita mungkin diberikan rezeki berupa harta yang melimpah dan kekayaan yang banyak. Namun, di sisi lain, ia ditimpa penyakit, seperti asam urat, kolesterol, sakit jantung, atau stroke. Di sisi lain, ada orang yang mungkin saat ini tidak memiliki uang seribu rupiah pun di tangannya. Akan tetapi, ia diberi sesuatu yang tidak dimiliki oleh orang sebelumnya, yaitu kesehatan, jamaah sekalian. Jika keduanya diminta untuk saling menukar apa yang mereka miliki, tentu mereka tidak akan mau. Itulah takaran dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, takaran yang seimbang dan paling sempurna, yang ditetapkan oleh Allah Yang Maha Sempurna.
Jamaah Jumat yang semoga dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala
Jangan berpikir, jamaah sekalian, bahwa kita hidup di dunia ini tidak akan diuji. Jangan pula berpikir bahwa hanya orang kaya yang diuji, hanya orang miskin yang diuji, hanya orang yang susah yang diuji, atau hanya para karyawan yang diuji. Tidak, jamaah sekalian. Kita semua pasti diuji. Sebab, dunia ini memang merupakan tempat ujian dan cobaan. Apalagi Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 156.
ولنبلونكم بشيء من الخوف والجوع ونقص من الأموال والأنفس والثمرات وبشر الصابرين
“Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. (Q.S Al-Baqarah: 156)
Jamaah Jumat yang semoga dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala
Walaupun satu hari kita tidak melakukan dosa, walaupun satu minggu kita tidak berbuat dosa dan menjauhi maksiat, kita tetap akan diuji. Bahkan jika satu tahun kita tidak berbuat dosa, kita tetap akan diuji. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan bahwa kehidupan dunia adalah tempat ujian.
Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman bahwa sekiranya ada suatu kaum yang tidak pernah berbuat dosa, niscaya Allah akan membinasakan mereka dan menggantinya dengan kaum yang berbuat dosa, kemudian mereka memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya.
Itulah suatu kepastian yang pasti akan menimpa kita semua. Hanya saja, cara setiap orang menghadapi ujian berbeda-beda. Ada yang membawanya dengan tenang, ada pula yang gelisah. Mungkin di balik ketenangan dan senyumnya, ia menyimpan penderitaan yang sangat berat. Namun, tidak semua penderitaan itu tampak di hadapan manusia.
Subhanallah, jamaah sekalian. Ada orang yang dalam hidupnya belum dikaruniai seorang anak. Ia sudah mencoba berbagai ikhtiar, mengikuti program ini dan program itu, namun hingga saat ini Allah belum memberikan rezeki berupa anak kepadanya. Di sisi lain, ada orang yang memiliki banyak anak, tetapi hidupnya justru semakin berat dan penuh penderitaan. Belum lagi jika anak-anaknya suka membantah dan membuat hati orang tuanya sedih. Bahkan, terkadang orang yang mengalaminya merasa seakan-akan tidak ingin memiliki anak.
Subhanallah, begitulah kehidupan kita di dunia ini, jamaah sekalian. Dunia ini penuh dengan ujian. Untuk apa? Agar kita menjadi hamba-hamba yang terbaik dalam menghadapi ujian tersebut. Siapakah yang paling baik dalam melewati ujian kehidupan ini? Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Mulk ayat 2.
الذي خلق الموت والحياة ليبلوكم أيكم أحسن عملا
“Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu siapa di antara kamu yang terbaik amalnya”. (Q.S Al-Mulk:2)
Maka dari itu, jamaah sekalian yang insya Allah dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, untuk mempersingkat waktu, kami akan menyampaikan beberapa wasiat dari para ulama yang mulia mengenai konsep rezeki. Dengan memahami konsep rezeki yang benar, insya Allah kita tidak akan terlalu merisaukan rezeki yang telah Allah tetapkan bagi kita.
Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Ar-Rahman memberikan kita petunjuk sebab-sebab datangnya rezeki yang datangnya dari Al-Qur’an:
Yang pertama adalah Taqwa
Allah berfirman:
ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب
“Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (Q.S Thalaq 2).
Yang kedua adalah Tawakkal
Allah berfirman
ومن يتوكل على الله فهو حسبه إن الله بالغ
وامر اهلك بالصلاة واصطبر عليها لا نسالك رزقا نحن نرزقك والعاقبة للتقوى
“Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Taha: 132)
Konsekuensi kita mengerjakan sholat adalah kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Kemudian beristigfar memohon ampun atas dosa-dosa kita.
Yang keempat adalah banyak ber-istigfar
Perbanyak memohon ampun kepada Allah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فقلت استغفروا ربكم انه كان غفارا يرسل السماء عليكم مدرارا ويمددكم باموال وبنين ويجعل لكم جنات ويجعل لكم انهارا
Maka aku (Nuh) berkata, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia akan memperbanyak harta dan keturunanmu. (Q.S. Nuh:10-12)
Yang kelima adalah banyak bersedekah
Jangan ragu untuk bersedekah karena akan kembali kepada kita, bahkan Allah telah menegaskan dalam Al-Qur’an
مثل الذين ينفقون اموالهم في سبيل الله كمثل حبة انبتت سبع سنابل في كل سنبلة مائة حبة والله يضاعف لمن يشاء والله واسع عليم
“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)
Yang keenam adalah melakukan sebab-sebab mendatangkan rezeki
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وهزي اليك بجذع النخلة تساقط عليك رطبا جنيا
Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. QS. Maryam:25
Khutbah Kedua
الحمد لله على احسانه والشكر له على توفيقه وامتنانه
واشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له تعظيما لشانه واشهد ان محمدا عبده ورسوله الداعي الى رضوانه
اللهم صل وسلم عليه وعلى اله وصحبه اما بعد
Jamaah Jumat yang semoga dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala
Hari ini adalah hari jum’at kita dianjurkan untuk banyak bersholawat kepada Nabi kita Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
ان الله وملائكته يصلون على النبي يا ايها الذين امنوا صلوا عليه وسلموا تسليما
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bershalawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.” QS. Al-Ahzab :56
اللهم صل على محمد وعلى ال محمد كما صليت على ابراهيم وعلى ال ابراهيم انك حميد مجيد
اللهم بارك على محمد وعلى ال محمد كما باركت على ابراهيم وعلى ال ابراهيم انك حميد مجيد
اللهم اغفر لنا ولوالدينا وارحمهم كما ربونا صغارا
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
الحمد لله رب العالمين
Khutbah Jumat: “Jangan Risaukan Rezekimu, Perbaikilah Takwamu”.
Disampaikan oleh Al Ustadz Mohamad Absar hafidzahullah 15 Rabi’ul Awal 1448 H —Jum’at, 14 Agustus 2026 M di Masjid Al-Ashr PTVI IGP Morowali.

Leave Your Comments